• Jalan Bunga Sedap Malam XVIIIc No. 10 Medan Selayang, North Sumatra, 20131 Indonesia
  • +62 (61) 8201922
  • Jalan Bunga Sedap Malam XVIIIc No. 10 Medan Selayang, North Sumatra, 20131
  • +62 (61) 8201922

JOB VACANCIES

Wildlife Conservation Society – Indonesia Program is seeking a good candidate for these job opportunity:

 

Konsultan Penyusun EIA – Project Infrastruktur

TERM OF REFERENCE

 

PENYUSUNAN DOKUMEN ENVIRONMENTAL IMPACT ASSESSMENT (EIA) RUAS JALAN KARO – LANGKAT, DI TAMAN NASIONAL GUNUNG LEUSER

 

Posisi                                       : Konsultan Penyusun EIA – Project Infrastruktur
Nama Project                          : Securing the survival of charismatic megafauna in priority Conservation Landscapes in Indonesia through improved governance   (Green Infrastructure)

Durasi                                      : 3 bulan (subject to Non-Cost Extension)
Waktu                                      : December 2020 – Februari 2021
Penanggung Jawab                 : Program Manager of Infrastructure
Lokasi                                      : Balai Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Karo, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatra Utara

 

LATAR BELAKANG

Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) merupakan salah satu taman nasional pertama di Indonesia yang dideklarasikan pada tahun 1980 dengan luas 830,268, 95 Ha dan ditetapkan pada tahun 2014 dengan pembagian 622.924,35 Ha terletak di provinsi Aceh dan 205.355,14 Ha di Provinsi Sumatera Utara. Nilai penting TNGL diantaranya sebagai penyedia air bagi 4 juta penduduk di provinsi Aceh dan Sumatera Utara, habitat bagi 4000 jenis tumbuhan, 380 jenis burung, 129 jenis mamalia termasuk 4 jenis satwa prioritas nasional yakni Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus), Badak Sumatera (Rhinoceros sumatrensis), Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) dan Orangutan Sumatera (Pongo abelii). TNGL memiliki beragam ekosistem mulai dari dataran rendah, dataran tinggi, pantai, hutan hujan tropis hingga pegunungan.

 

                                                                 Figure 1. Ruas jalan Karo – Langkat yang melalui Taman Nasional Gunung Leuser

 

 

Pada tahun 1981 TNGL dideklarasikan sebagai Cagar Biosfer oleh UNESCO, kemudian pada tahun 1984 terdaftar dalam Taman Nasional Warisan ASEAN (ASEAN Heritage Park), hingga pada tahun 2004 dinobatkan sebagai salah satu situs warisan dunia (World Heritage Site) oleh UNESCO bersama dengan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), dan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) dengan nama Tropical Rainforest Heritage of Sumatera (TRHS). Tahun 2008, TNGL masuk dalam daftar Kawasan Strategis Nasional, namun pada tahun 2011 UNESCO memasukkan TRHS dalam daftar warisan dunia dalam bahaya (In danger) akibat aktivitas perambahan di tiga Taman Nasional tersebut yang mengurangi Nilai Universal Luar Biasa (Outstanding Universal Value/OUV) TRHS sebagai warisan dunia.

Jalan Karo – Langkat merupakan jalan Provinsi sepanjang 36 km dengan anggaran sebesar Rp. 50 milyar dari dana APBD Provinsi Sumatera Utara. Jalan ini menghubungkan desa Telagah di Kabupaten Langkat dan desa Lau Kawar di Kabupaten Karo. Ruas jalan ini merupakan jalan lama yang dibangun pada tahun 1968, diaspal pada tahun 1982 dan diperbaiki melalui kerjasama TNI dan masyarakat pada tahun 1990. Sejak tahun 1990 ruas jalan tersebut tidak diperbaiki dan pada tahun 2011 pemerintah daerah berniat membuka kembali jalan tersebut dengan tujuan sebagai jalur alternatif untuk mengurangi kemacetan di ruas jalan lintas Sumatera Utara. Ruas jalan Karo – Langkat melalui Kawasan Taman Nasional Gunung Leuser sepanjang 4,1 km, dapat mengancam keberadaan satwa liar dan habitatnya. Keberadaaan jalan Karo – Langkat dikhawatirkan akan mengganggu integritas OUV dalam TNGL khususnya dan TRHS pada umumnya.

Direktorat Kawasan Konservasi KLHK, BBTNGL, WCS-IP dan OIC akan melaksanakan kegiatan penyusunan dokumen kajian Environmental Impact Assessment/EIA (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan/Amdal) berdasarkan panduan UNESCO dengan penambahan kajian dan aspek mitigasi jalan Karo – Langkat. Untuk itu diperlukan tim konsultan penyusun dokumen EIA dan mitigasi dampak jalan Karo – Langkat

TUJUAN

  1. Menyusun dokumen EIA dan kajian aspek mitigasi dampak jalan Karo – Langkat dalam Kawasan TNGL,
  2. Melaksanakan FGD dan konsultasi publik terkait dokumen EIA dan aspek mitigasi
  3. Membuat rekomendasi dan disain bangunan mitigasi kepada pemerintah daerah dan instansi terkait untuk meminimalisir dampak jalan Karo – Langkat di TNGL

TUGAS

  • Sebagai bagian dari tim penyusunan EIA Karo Langkat
  • Melaksanakan setiap tahapan dan prosedur penyusunan EIA baik secara langsung maupun melalui media online
  • Menyusun sitematika dokumen EIA jalan Karo – Langkat
  • Pengumpulan data primer dan sekunder dokumen EIA
  • Fasilitasi pertemuan penyusunan, pembahasan dan konsultasi public dokumen EIA;

Sistimatika penyusunan EIA Karo – Langkat

  1. Pendahuluan
    Memuat latar belakang
  2. Kronologis keterlanjuran pembangunan jalan
  3. OUV
    Pengertian OUV
  4. OUV TN Gunung Leuser, Berisi OUV TNGL dan mengerucut ke lokasi pemabngunan jalan karo – langkat
  5. EIA
    Dampak Pembangunan Jalan Karo – Langkat
  6. Pengelolaan Jalan Karo – Langkat
  7. Rencana Mitigasi, rencana Pengembangan dan Rencana pengelolaan
  8. Kesimpulan
  9. Lampiran
  10. RKL-RPL
  11. Tata letak bangunan mitigasi

PELAKSANAAN KEGIATAN:

  1. Pengumpulan data (desk study, survey lapangan)
  2. Penulisan draft 0 dokumen EIA
  3. Fokus grup diskusi
  4. Perbaikan finalisasi dokumen
  5. Konsultasi public

OUTPUT/KELUARAN YANG DIHARAPKAN

  • Draft 0 EIA Karo – Langkat
  • Dokumen final EIA Karo Langkat (dalam bahasa Inggris)

PERSYARATAN KONSULTAN EIA:

  1. Pendidikan minimal S2 Biologi/Kehutanan/Konservasi
  2. Berpengalaman dan memiliki sertifikasi dalam penyusunan EIA (Amdal)
  3. Memahami konteks Warisan Hutan Hujan Tropis Sumatra (TRHS)
  4. Memahami kondisi Taman Nasional Gunung Leuser
  5. Mampu memfasilitasi diskusi grup dan konsultasi publik
  6. Mampu menulis dokumen dalam bahasa Inggris
  7. Berdominisili di Kota Medan

WAKTU PELAKSANAAN

Desember 2020 – Februari 2021

No Kegiatan Jadwal Keluaran %
1 Draft 0 dokumen EIA Minggu pertama Januari 2021 Dokumen draft 0 EIA Karo-Langkat 50%
2 Dokumen final EIA Akhir Februari 2021 Laporan final 50%

PEMBIAYAAN

  1. WCS akan menanggung actual cost biaya yang ditimbulkan dari penyelenggaraan kegiatan seperti kegiatan kunjungan ke lapangan bilamana dimungkinkan (biaya transportasi dan akomodasi untuk pertemuan/presentasi temuan sementara lapangan, sesuai dengan jadwal dari output/keluaran yang ada, dan biaya lainnya terkait pencegahan penularan COVID-19 sesuai peraturan lokal). 2. Bilamana terdapat pembiayaan di luar butir tersebut di atas, mohon untuk dapat dikomunikasikan sesegera mungkin untuk mendapat persetujuan dari WCS.

APPLICATIONS

Please send a covering letter and CV in English to idrecruitment@wcs.org no late than 25 November 2020, stating in the subject line “EIA Consultant_(name)”. Please also include a portfolio of your previous work or links to blogs or galleries online. No correspondence, only short-listed candidates will be notified.

 

Leave A Comment