<style type="text/css"> .wpb_animate_when_almost_visible { opacity: 1; }</style>
The Human-Orangutan Conflict Response Unit (HOCRU) dibentuk pada tahun 2010 melalui dukungan UNESCO. Sebagai sebuah projek, HOCRU merupakan jawaban terhadap masalah konflik manusia – orangutan di lahan pertanian masyarakat di bagian utara Sumatra (Provinsi Sumatra Utara dan Aceh). Sebagai unit kerja, HOCRU dibentuk untuk memberikan penanganan langsung terhadap ancaman yang terjadi pada orangutan, i.e penanganan perburuan, konflik dan perdagangan illegal, dan juga berperan serta membatasi akibat buruk dari semakin hilangnya habitat orangutan ,pada populasi orangutan.

Projek HOCRU sejalan dengan Rencana Kerja tentang Konservasi Orangutan tahun 2018-2027 yang baru disahkan oleh pemerintah Indonesia melalui koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Ditahun 2010 – 2012, HOCRU pada mulanya fokus pada survei, penyadartahuan kepada pihak berwenang dan masyarakat setempat, dan juga berkoordinasi dengan mitra organisasi lain yang bekerja untuk tujuan yang sama. Dan pada tahun 2012 seterusnya, HOCRU kemudian juga menangani evakuasi, penyitaan, dan translokasi, dan semuanya dilakukan dalam koordinasi dengan pihak berwenang. 

 
 
 
 
Tim HOCRU bekerja di beberapa lokasi di Sumut dan Aceh. Saat ini tim HOCRU memiliki dua orang dokter hewan dan enam staf di lapangan yang berdedikasi tinggi. Berikut peta sebaran penyelamatan orangutan yang dilakukan sejak 2012 hingga 2017, di wilayah Sumut dan Aceh. 
 
 
 
PayPal - The safer, easier way to pay online!