Orangutan Information Centre Annual Report 2008

April 30, 2009

oic-annual-report-2008

Foreword

Indonesia’s forests, and along with them the future of the orangutan, are disappearing. With rates of habitat degradation, fragmentation, and transformation showing no signs of slowing down, orangutans are facing a number of threats such as illegal logging, mining, large scale conversion of forest to plantation agriculture, fires, and the illegal pet trade. The Sumatran orangutan is classified as Critically Endangered and is one of the twenty-five most endangered primates in the world, inferring an extremely high risk of extinction in the wild. With high annual rates of forest loss (15% and higher) occurring throughout Sumatra, population and habitat models have shown that extinction of the Sumatran orangutan could occur within 50 years. The Orangutan Information Centre (OIC) has conducted various projects in 2008 which have contributed towards the conservation of Sumatran orangutans (Pongo abelii) and their rainforest home. It has been a year of both enormous achievements and significant change for the drive of OIC activities in the field.

We have conducted much work around the Gunung Leuser National Park (GLNP), part of the UNESCO Tropical Rainforest Heritage of Sumatra, considered the last stronghold of the Sumatran orangutan. Environmental education initiatives combined with community-led sustainable development projects form the core of our activities, and we have developed an extensive network of conservation partners to support our work. I am proud that our team of dedicated Indonesian conservationists are working at the frontline of environmental protection in Sumatra, and that our grassroots programmes are making a real difference to the fate of our country’s forests.

Panut Hadisiswoyo, Founding Director, January 2009

Read our 2008 Annual Report by downloading it from our Publications page

OIC @ Medan International School

April 6, 2009

mis-7Orangutan Information Centre, Selasa-Sabtu, 10-14 Maret 2009 yang lalu memenuhi Undangan dari Medan International School (MIS) untuk menampilkan Pameran Lingkungan Hidup dalam rangka festival tahunan IndoFest di salah satu sekolah Internasional di Medan tersebut. Pada kesempatan ini OIC menampilkan berbagai poster, banner, display dari kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan OIC dan juga foto-foto orangutan yang sempat diabadikan oleh tim OIC ketika berkunjung ke lapangan.

Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin dari Medan International School untuk memperkenalkan kesenian dan kebudayaan yang dimiliki oleh Indonesia kepada para siswa, dimana sebagian besar dari mereka adalah warga negara asing yang orangtuanya sedang bekerja di Sumatera Utara dan Nanggroe Aceh Darussalam.

mis-4Selain memamerkan berbagai bentuk publikasi infromasi, OIC juga membagikan buku-buku orangutan, newsletter dan selebaran tentang orangutan secara gratis kepada setiap pengunjung stand pameran. Tidak lupa juga OIC memberikan pelatihan kepada siswa-siswi MIS yang tertarik untuk membuat tas belanja dari bahan kertas koran atau tabloid bekas. Pada kesempatan ini, antusiasme siswa-siswi MIS sangat baik, dimana hampir semua dari mereka berhasil membuat tas belanja dari bahan kertas koran atau tabloid bekas tersebut.

Selain OIC ada juga lembaga lingkungan hidup yang diundang oleh pihak MIS, yaitu YEL (Yayasan Ekosistem Lestari) dan Yagasu (Yayasan Gajah Sumatera).

mis-9Pameran IndoFest ini juga menampilkan berbagai kerajinan tangan khas Sumatera Utara oleh para pengrajin skala mikro  yang ada di sekitar Medan, seperti kerajinan dari rotan, eceng gondok, dan ulos. Pada sesi penutupan rangkaian festival yang diselenggarakan setiap tahun ini, siswa-siswi MIS menampilkan kebolehannya menari tarian tradisional Indonesia.

*For other pictures, you can visit our gallery

Programs

Archives

Online Network

Join and become sahabat orangutan Networks:

Fulbright Scholarship - Car Reviews - Bungalows - Colombia Car - Self Improvement - Seandainya saya menjadi Anggota DPD RI - Adiksi - USA Maps - Visit Indonesia - Dunia Gue